Konflik Lebang-Lappo Dipastikan Bukan Teror Gereja

banner 120x600

PALOPO, iNewsFeed – Polisi dan pengurus Gereja Toraja memastikan konflik yang melibatkan kelompok pemuda di Lebang dan Lappo, Kota Palopo, tidak terkait isu agama maupun aksi teror terhadap gereja. Klarifikasi ini disampaikan untuk meredam keresahan warga setelah beredarnya berbagai informasi yang memicu spekulasi di media sosial.

Kepastian tersebut menjadi poin utama dalam pertemuan antara Polres Palopo dan Badan Pekerja Klasis (BPK) Gereja Toraja Kota Palopo, Kamis (4/6/2026). Pertemuan digelar untuk menyamakan informasi sekaligus memperkuat upaya menjaga situasi keamanan di tengah masyarakat.

banner 325x300

Di tengah derasnya informasi yang beredar, pihak gereja menilai penting memberikan penjelasan langsung kepada jemaat dan masyarakat. Sebab, narasi yang berkembang di ruang digital berpotensi menimbulkan kesalahpahaman serta memperluas konflik yang sebenarnya terjadi antar kelompok pemuda.

Pemimpin Gereja Toraja Jemaat Sion Lappo, Pdt. Suderlyn Mangadi, menegaskan bahwa peristiwa tersebut bukan serangan terhadap rumah ibadah. Menurutnya, konflik yang terjadi murni merupakan tawuran antar pemuda yang kemudian berdampak pada rasa aman sebagian warga dan aktivitas pelayanan gereja.

“Yang terjadi adalah konflik antar pemuda. Kami berharap masyarakat tidak mengaitkannya dengan isu agama karena itu tidak sesuai dengan fakta yang kami alami di lapangan,” ujarnya.

Keterangan serupa juga disampaikan jajaran Badan Pekerja Klasis Kota Palopo. Mereka meminta masyarakat tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi dan mengedepankan sumber informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dari sisi keamanan, Polres Palopo menyatakan penanganan kasus terus berjalan melalui langkah preventif dan penegakan hukum. Aparat juga tetap melakukan pemantauan situasi guna mencegah terjadinya konflik susulan yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat.

Kasat Intelkam Polres Palopo, AKP Suwardi, menjelaskan bahwa konflik antara kelompok pemuda di wilayah tersebut telah beberapa kali terjadi dalam kurun waktu yang berbeda. Karena itu, pendekatan hukum perlu disertai keterlibatan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan keluarga untuk mencegah konflik berulang.

Sementara itu, Kasat Reskrim IPTU Ridwan Parintak mengatakan penyelidikan terhadap pihak-pihak yang terlibat masih berlangsung. Namun, proses pengungkapan kasus membutuhkan dukungan masyarakat, terutama dalam memberikan informasi yang dapat membantu penyidik mengidentifikasi pelaku.

“Kami berharap masyarakat yang mengetahui peristiwa tersebut dapat memberikan informasi yang akurat sehingga proses hukum dapat berjalan maksimal,” katanya.

Wakapolres Palopo, KOMPOL Morens Dannari, menegaskan bahwa aparat menangani perkara tersebut secara profesional dan tidak berpihak kepada kelompok mana pun. Ia juga mengingatkan bahwa warga Lebang dan Lappo memiliki hubungan sosial dan kekeluargaan yang erat sehingga penyelesaian konflik membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Selain penegakan hukum, kepolisian mendorong tokoh masyarakat, tokoh agama, dan keluarga untuk aktif membangun komunikasi dengan generasi muda guna mencegah terulangnya bentrokan serupa.

Hingga pertemuan berakhir, situasi di wilayah Lebang dan Lappo dilaporkan tetap kondusif. Polisi memastikan proses penyelidikan terus berjalan, sementara pihak gereja mengajak masyarakat menjaga ketenangan dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar kondisi keamanan tetap terjaga.***

(exe)

banner 325x300
banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *