iNewsFeed – Modus penipuan digital melalui telepon kembali menjadi sorotan setelah muncul praktik silent call atau panggilan tanpa suara yang belakangan ramai dikeluhkan masyarakat di media sosial.
Korban umumnya menerima telepon dari nomor tidak dikenal tanpa ada suara di seberang sambungan. Beberapa detik kemudian, panggilan langsung terputus begitu saja.
Praktik tersebut diduga bukan sekadar panggilan iseng. Pelaku diduga memanfaatkan metode itu untuk memastikan nomor korban masih aktif dan digunakan.
Selain memverifikasi nomor aktif, korban juga kerap dipancing agar melakukan panggilan balik ke nomor tersebut. Risiko muncul apabila nomor yang dihubungi ternyata terhubung ke layanan premium bertarif tinggi.
Dikutip dari laman Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia pada Rabu (22/4/2026), masyarakat diimbau agar tidak merespons maupun menelepon kembali nomor asing yang mencurigakan.
Fenomena silent call disebut sebagai bagian dari praktik social engineering atau rekayasa sosial yang kini semakin berkembang dalam kejahatan siber.
Modusnya dilakukan dengan panggilan kosong tanpa suara atau sambungan yang tiba-tiba terputus hanya dalam hitungan detik. Meski terlihat sepele, metode tersebut dapat menjadi pintu masuk berbagai bentuk penipuan digital lanjutan.
Dalam sejumlah kasus, korban yang telah terverifikasi aktif kemudian menjadi target pencurian kode OTP, phishing, hingga penawaran layanan berbayar tanpa disadari.
Laporan dari Badan Siber dan Sandi Negara juga menyebutkan bahwa panggilan misterius kerap digunakan pelaku untuk mengumpulkan data awal sebelum melancarkan serangan berikutnya.
Pelaku umumnya memanfaatkan teknologi Voice over Internet Protocol (VoIP) untuk menyamarkan identitas nomor telepon. Teknologi tersebut memungkinkan nomor mudah dimanipulasi, berubah-ubah, dan sulit dilacak.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap panggilan mencurigakan, tidak membagikan data pribadi, serta menghindari melakukan panggilan balik ke nomor yang tidak dikenal.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa kejahatan digital terus berkembang dengan berbagai modus baru yang memanfaatkan kelengahan pengguna telepon seluler.
(exe)









