PALOPO, iNewsFeed – Menjaga kerukunan di tengah keberagaman warga menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana yang aman di Kota Palopo. Karena itu, komunikasi antara kepolisian dan tokoh agama perlu terus dibangun, termasuk dengan umat Hindu Kota Palopo.
Hal tersebut terlihat saat Kapolres Palopo AKBP Arvin Hariyadi, S.I.K. bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh dan umat Hindu di Pura Mandira Taman Sari, Kelurahan Temalebba, Kecamatan Wara Utara, Jumat (7/8/2026).
Pertemuan itu dihadiri Ketua PHDI Kota Palopo Drs. Made Budiarta, S.H., Ketua LPDG I Gusti Markandea, Ketua KMHDI Palopo I Putu Rendi Dirgayusa, serta sejumlah umat Hindu.
Kapolres Palopo hadir bersama Kasat Intelkam AKP Suwardi, S.H., M.H. dan Kapolsek Wara Utara Ipda Robert.
Dalam pertemuan tersebut, kepolisian membangun komunikasi langsung dengan tokoh agama untuk mendengar berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat, termasuk situasi keamanan dan kerukunan di Kota Palopo.
“Keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian. Kami membutuhkan peran tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kerukunan dan situasi Kota Palopo tetap aman,” kata AKBP Arvin Hariyadi.
Bagi masyarakat, komunikasi langsung seperti ini penting agar persoalan yang berpotensi mengganggu kerukunan bisa dibicarakan sejak awal. Tokoh agama juga memiliki peran dalam mengajak umat menjaga toleransi serta tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat memicu konflik.
Ketua PHDI Kota Palopo Drs. Made Budiarta, S.H. menyambut baik pertemuan tersebut. Hubungan yang terbuka antara kepolisian dan tokoh agama dinilai dapat menjadi ruang untuk menjaga kehidupan masyarakat tetap harmonis.
“Kami tentu menyambut baik silaturahmi ini. Komunikasi yang terjalin antara kepolisian dan umat Hindu penting untuk menjaga kerukunan serta bersama-sama menciptakan suasana yang aman dan nyaman di Kota Palopo,” ujar Made Budiarta.
Kota Palopo memiliki masyarakat dengan latar belakang agama dan budaya yang beragam. Dalam kondisi seperti itu, komunikasi antarelemen masyarakat menjadi penting agar perbedaan tidak berkembang menjadi persoalan yang mengganggu kehidupan bersama.
Silaturahmi di Pura Mandira Taman Sari pun menjadi salah satu ruang untuk memperkuat komunikasi tersebut. Bagi warga, hubungan yang terjaga antara tokoh agama dan kepolisian dapat menjadi modal penting ketika muncul persoalan yang membutuhkan penyelesaian bersama.
(exe)










