Dimakamkan di Tanah Kusir, Vidi Aldiano Tinggalkan Jejak Panjang di Musik Indonesia

banner 120x600

JAKARTA, iNewsFeed — Penyanyi pop Indonesia Vidi Aldiano dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Minggu (8/3/2026), sehari setelah wafat pada Sabtu (7/3/2026) sore di usia 35 tahun. Prosesi pemakaman berlangsung setelah jenazah disemayamkan di rumah duka kawasan Cilandak dan dihadiri keluarga, sahabat, serta sejumlah musisi Tanah Air. 

Suasana rumah duka sejak malam sebelumnya dipenuhi pelayat dari kalangan selebritas, sahabat dekat, hingga penggemar yang datang memberikan penghormatan terakhir kepada pelantun lagu Nuansa Bening tersebut. Keluarga almarhum disebut menerima kepergian Vidi dengan tegar dan ikhlas di tengah gelombang duka dari masyarakat. 

banner 325x300

Kabar wafatnya Vidi Aldiano dengan cepat menjadi perbincangan luas di media sosial dan memicu gelombang ucapan belasungkawa dari para musisi serta penggemar di berbagai platform digital. 

Sosok Vidi Aldiano

Vidi Aldiano memiliki nama lengkap Oxavia Aldiano dan lahir di Jakarta pada 29 Maret 1990. Ia dikenal sebagai penyanyi, penulis lagu, dan figur publik yang aktif di industri hiburan Indonesia sejak akhir 2000-an. 

Karier musiknya mulai dikenal luas setelah merilis album debut “Pelangi di Malam Hari” pada 2008. Dari album tersebut lahir sejumlah lagu yang kemudian populer di kalangan penggemar musik pop Indonesia, termasuk “Nuansa Bening” dan “Status Palsu.” 

Sejak saat itu, Vidi terus merilis karya dan berkembang sebagai penyanyi pop dengan warna R&B dan soul. Ia merilis beberapa album sepanjang kariernya, termasuk album “Persona” yang meraih sertifikasi triple platinum setelah terjual lebih dari 250 ribu copy dalam lima bulan. 

Perjalanan Karier dan Perjuangan Hidup

Perjalanan menuju kesuksesan tidak selalu mulus. Pada awal kariernya, Vidi pernah mengikuti audisi ajang pencarian bakat Indonesian Idol pada 2006, namun langkahnya terhenti di tahap awal. Ia kemudian mencoba mengirimkan demo musik ke berbagai label hingga akhirnya mendapat kesempatan rekaman profesional. 

Dalam beberapa tahun terakhir, Vidi juga dikenal sebagai sosok yang terbuka mengenai perjuangannya melawan penyakit kanker ginjal yang didiagnosis sejak 2019. Kisah perjuangannya tersebut bahkan menjadi inspirasi bagi banyak penggemar. 

Pada 2022, ia merilis album “Senandika”, yang memuat lagu-lagu reflektif tentang perjalanan hidupnya, termasuk pengalaman menghadapi penyakit dan kehidupan pribadinya bersama keluarga. 

Warisan Karya

Kepergian Vidi Aldiano meninggalkan jejak kuat di industri musik Indonesia. Selain dikenal lewat lagu-lagu pop romantis, ia juga aktif sebagai pembawa acara, podcaster, hingga pengusaha kreatif di bidang hiburan. 

Sejumlah lagu populernya kembali ramai diputar di berbagai platform musik digital setelah kabar wafatnya tersebar.

Kepergian Vidi Aldiano menambah daftar kehilangan bagi industri musik Indonesia. Namun karya dan semangat hidupnya diyakini akan terus dikenang oleh penggemar dan generasi musisi berikutnya.

banner 325x300
banner 400x130